Berkembangnya industri teknologi komunikasi berdampak dengan semakin populernya marketing digital. Banyak orang bertanya apakah media digital akan menggantikan media konvensional. tetapi ada pula yang menyatakan bahwa media konvensional tetap memegang peranan penting dalam industri.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah biaya beriklan tahun 2015 tetap tinggi walaupun mengalami sedikit penurunan dalam beberapa tahun kebelakang.

Menurut Hellen Katherina sebagai Direktur Media, Nielsen Indonesia. “Dibandingkan dengan tahun 2014 memang terjadi penurunan belanja iklan yang signifikan pada kuartal kedua, dari 12% menjadi 6%. Kampanye pemilihan presiden menjadi faktor pembeda yang sangat kuat, dimana tahun lalu kampanye politik merupakan pendorong utama pertumbuhan belanja iklan.”

Media digital sendiri masih merupakan salah satu kanal dari marketing, yang dianggap masih sebagai pembantu dari media konvensional sendiri. Di Indonesia sendiri masih sulit apabila menjadikan media digital sebagai pengganti media konvensional itu sendiri karena masalah teknologi yang belum berkembang di negara maju. Akan tetapi perkembangan digital mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Kekuataan media digital memang sudah dibuktikan oleh bagaimana berbagai video youtube atau meme menjadi budaya populer Indonesia. Akan tetapi hal tersebut bisa terjadi karena ada bantuan media konvensional seperti televisi dan radio yang membantu popularitas media digital sendiri.

Bahkan perintis teknologi E-Commerce seperti OLX, Traveloka atau Line pun berlomba-lomba memakai TV sebagai kanal utama dalam mengeruk para pengguna baru mereka. Bahkan tahun 2015, Traveloka menghabiskan belanja iklan sebanyak Rp 77,18 miliar.

Hal ini membuktikan bahwa peranan media konvensional di Indonesia masih sangat dominan dan sulit digantikan.

Tidak seperti di negara maju, hambatan teknologi menjadikan media digital di Indonesia tidak berkembang cepat. Hal ini bisa terlihat dengan minimnya infrastruktur teknologi komunikasi yang ada dan rendahnya penguasaan teknologi di masyarakat sendiri.

Namun menurut data Nielsen menunjukkan bahwa penetrasi internet naik dari 22% jadi 36% dalam lima tahun ke belakang, kepemilikan smartphone meningkat dari 12% ke 26% dalam tiga tahun terakhir, dan belanja online naik dari 7% ke 12% dalam lima tahun terakhir. hal ini menunjukan ada perkembangan yang signifikan dalam platform digital.

Terlepas dari segala polemik media digital, kebutuhan konsumen akan selalu berubah. Hal ini akan membawa dampak pada cara mereka memandang suatu produk /brand. Misalnya, konsumen saat ini cenderung melakukan multitasking dalam menikmati media, sambil menikmati acara televisi kesayangan juga membuka situs favorit melalui telepon genggam atau tablet.

Hal inilah yang harus diakali oleh para marketer dalam mengatasi cluster yang ada. Media konvensional memang tidak akan mati, namun mereka akan berubah mengikuti bentuk seiring dengan berubahnya perilaku pengguna media.

Refensi

http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2015/Belanja-Iklan-Naik-6-persen-di-Kuartal-Kedua-2015.html

http://www.merdeka.com/teknologi/dua-brand-ini-yang-paling-getol-pasang-iklan-di-tv.html