Adrian Mutu adalah pemain profesional eropa yang pernah bermain untuk Fiorentina, Chelsea dan Juventus punya kebiasaan aneh. Dia suka membalikan celana dalam sebelum bertanding dilapangan. Percaya bahwa itu akan membawa keberuntungan dan performa di lapangan hijau.

Para pecinta sepakbola pun tidak jauh beda dengan idola mereka, punya kebiasaan yang sering disebut Jinx. Secara bahasa bisa diterjemahkan sebagai jimat, jampi-jampi ataupun ritual.

Mereka percaya ketika melakukan Jinx tersebut akan membawa pengaruh positif kepada tim yang mereka jagokan. Atau tim yang mereka pertaruhkan dalam judi bola.

Memang lucu dengan dunia ini, banyak sekali orang yang percaya mereka memiliki kemampuan dalam mengendalikan dunia sekitarnya dengan cara mengirimkan pemikiran yang benar (getaran, energi positif, karma dan lain lain).

Fenomena ini ditemukan oleh Herbet M Jenkin dan William L Ward. Mereka mengadakan percobaan sederhana, melalui rekayasa satu set alat penerangan yang terdiri dari 2 saklar dan 1 lampu.

Subject penelitian tidak tahu bahwa hidup matinya lampu tersebut dikendalikan oleh para peneliti. Sehingga subjek penelitian yakin bahwa kendali si subjek penelitian kepada hidup matinya lampu dipengaruhi oleh jentikan mereka pada saklar.

Subject penelitian tidak tahu bahwa hidup matinya lampu tersebut dikendalikan oleh para peneliti. Sehingga subjek penelitian yakin bahwa kendali mereka kepada hidup matinya lampu dipengaruhi oleh jentikan mereka pada saklar.

Ahli psikologi Roy Baumeister mencoba melakukan penelitian lanjutan. Ia meneliti kepekaan akustik terhadap rasa sakit.

Untuk percobaan tersebut subjek penelitian ditempatkan dalam 2 ruang yang identik. Namun di ruang kedua disediakan tombol panik berwarna yang menempel di dinding.

Subjek diruangan no.2 lebih dapat bertahan dari bunyi yang menyakitkan.

Tombol yang berada di ruangan no2 hanyalah aksesoris/tempelan belaka.

Hal tersebut memberikan perasaan bahwa mereka memiliki kendali terhadap situasi yang dihadapi.

Sama halnya dengan dengan mesin slot (slot machine) yang sering ditemukan Casino Las Vegas atau surga judi lainnya. Ilusi kendali ini malah memberikan efek candu bagi orang yang memainkannya (Klik disini untuk penjelasan lengkap)

Di Indonesia sendiri, fenomena seperti Batu Ponari bisa jadi contoh nyata.

Kebiasaan lain yang ada di Indonesia adalah jika kebelet buang air dan wc jauh, mereka memegang batu agar dapat menahan rasa kebelet tersebut.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa seseorang bisa menerima rasa sakit yang lebih banyak asal mereka memahami penyakit yang mereka derita. Inilah sebabnya kenapa banyak pasien penyakit kronis dapat bertahan dari penyakit dan diluar perhitungan dokter.

Dokter bisa menjelaskan apa penyakitnya serta apa akibatnya walaupun penjelasan tersebut tidak selalu benar 100%. Dokter seolah-olah memberi sugesti positif kepada para pasien mereka.

Hal ini juga diimplementasikan dalam lampu merah penyeberangan yang memiliki tombol khusus. Dengan memencet tombol tersebut memberikan kepercayaan bawah kita bisa menghentikan lalu lintas.

Tujuan sebenarnya adalah dibuat agar kita lebih sabar dalam menunggu lalu lintas berhenti. Trik ini juga digunakan dalam mekanisme buka-tutup pintu lift. Mereka juga menamai trik ini dengan tombol Placebo dan juga bisa diterapkan di berbagai situasi.

Contoh lain adalah keadaan ekonomi negara maupun global. Tingkat suku Bunga jangka pendek Bank Sentral seharus nya tidak dapat mempengaruhi bunga jangka panjang secara teknis. Namun reaksi cepat pasar modal akan segera berubah-ubah.

Menurut para ahli ekonomi sulit dipahami suku bunga jangka pendek bisa mempengaruhi jangka panjang. Disinilah penyebab bank sentral dan pemerintah menggunakan tombol placebo tersebut.

Setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh otoritas membuat pasar modal bergerak, walaupun pernyataan tersebut tidak banyak nilai nyata dalam ekonomi sendiri. Masyarakat sudah terlanjur percaya sistem ekonomi negara maupun global adalah hal yang dapat dikendalikan.

Kesimpulannya:

Sulit mengendalikan apapun yang berada diluar otoritas kita sendiri. Daripada membuang tenaga dan materi untuk mencoba pengaruhi sesuatu yang diluar kendali, coba fokuslah pada sesuatu yang bener-benar bisa Anda ubah atau pengaruhi.

Sisanya….

Que sera sera… yang terjadi terjadilah

Reference:

http://www.viva.co.id/prancis2016/read/635491-kebiasaan-dan-ritual-konyol-pesepakbola-dengan-celana-dalam

The Judgment of Contingency between response and outcomes, psychological Manographs. 1965.

Rolf Dobelli — The Art of Thinking Clearly

http://www.newyorker.com/magazine/2008/04/21/up-and-then-down