Alasan kenapa orang banyak tidak nyambung dalam berbagai hal.

unsplash

Bagi penduduk Hebrdes, Skotland, kutu adalah yang sangat penting bagi mereka. Kepercayaan bahwa kutu dapat menurunkan sakit demam. Mereka percaya setelah ditaruh kutu. Si pasien akan lebih baik keadaan.

Di suatu kota, ada walikota yang percaya bahwa tiap kali ada kebakaran hutan, semakin banyak pemadam kebakaran diturunkan, semakin parah kebakaran dampak kebakaran tersebut. Alhasil si walikota menghentikan perekrutan dan pemotongan dana pemadaman kebakaran (hahahahahaha lucu sih ini)

Sebenarnya dalam soal kebiasaan aneh penduduk Herbrdee, kutu akan pergi dari kepala orang yang sedang demam.

Karena mereka kepanasan atas suhu kepala si penderita demam. Ketika demam reda, kutu akan kembali ke kepala.
Soal kebakaran hutan, semakin banyak petugas pemadam kebakaran menjadi indikasi kebakaran memang besar dan hebat.

Biasanya hal ini terjadi harus ada hubungan sebab-akibat yang terjadi bersamaan.

Contoh:

Di jakarta ada beberapa pemuka agama, yang mengatakan bahwa setiap kota kena banjir adalah azab Tuhan. Karena para penduduk kota lebih memilih pemimpin diluar golongan mereka.

Tentu ucapan para pemuka agama tersebut tidak memiliki fakta yang jelas dengan validasi yang masuk akal.

Si habib sendiri tidak bisa membedakan mana yang musibah dan mana yang azab.

Klo dititik dari segi bahasa, azab hanya menimpa orang yang berbuat sesuatu yang tidak baik saja.

Mungkin kalau DWP diadakan pada bulan Juni akan membawa petaka yang sama juga kah? hahahaha

Biasanya orang terlena bias ini menilai dengan sudut pandang dari diri mereka. Sikap tendensius ini sering ditunjukan oleh para aktivis dakwah yang selalu menggunakan isu agama demi kepentingan politik mereka.

Logika mereka:

Dasar negara sila pertama adalah ketuhanan yang maha esa: Yaitu negara berdasarkan keagamaan. Lalu agama terbesar di indonesia adalah Islam. Jadi hukum islam lah yang berlaku di indonesia.

Ketidakmampuan berpikir secara benar ini bukan masalah soal IQ. Karena para aktifis ini banyak di antara mereka orang-orang yang sangat cerdas malah.

Bias ini sering juga dipakai oleh industri periklanan.

Perempuan yang menggunakan sampo brand VVV, memiliki rambut yang lebih kuat dan indah.

Walaupun bisa dibuktikan secara ilmiah, tapi tidak mencakup keseluruhan. Sehingga bisa berasumsi shampo ini bisa membuat anda terhindar dari kerontokan.

Kemungkinan terbesar adalah wanita yang berambut kuat tersebut lebih suka menggunakan sampo VVV tersebut.

Mungkin saja ada tulisan dalam botol/bungkus bertuliskan “terutama untuk rambut tebal”.

Contoh kecil lainnya adalah orang yang menggunakan kaca mata cenderung cerdas karena suka membaca. Ada orang yang berkaca mata karena sering bermain games loh.

Btw bermain games memang mengasah kemampuan logika.

Kesimpulan:

kadang apa yang disebut sebab ternyata akibat dan begitu pula sebaliknya dan lebih sering lagi seperti guyonan anak 90an

“jaka sembung naik ojek, nga nyambung jek”