Dalam pertandingan sepak bola, dibutuhkan 0,3 detik bola untuk sampai ke garis batas gawang. Dalam waktu tersebut kiper musti memutuskan kemana ia bergerak.

Rasio-nya sepertiga kemungkinan penedangang mengarahkan ke bagian kiri, sepertiga ke arah tengah dan sepertiga ke arah kanan.

Kiper tentu tahu hal tersebut. Lucunya mereka lebih sering kebagian kanan atau kiri. Jarang ada kiper tetap berdiri di bagian tengah.

Padahal tengah adalah sering diincar oleh para penendang penalti (panenka). Lalu kiper tetap lebih sering ke arah samping gawang?

Alasannya adalah penampilan, akibat terlihat lebih mengesankan melempar badan ke arah yang salah ketimbang tetap ditengah dan hanya melihat pergerakan bola saja.

Seakan-akan memperlihatkan si kiper ada usaha yang dikeluarkan walaupun tidak ada hasil.

Michel bar-eli melakukan penelitian ratusan penalti. Ia menyimpulkan bukan hanya kiper saja korban dari bias aksi.Dilingkungan yang berpendidikan seperti kedokteran sering terjadi. Jika pasien tidak dapat dipastikan diagnosa menyebabkan dokter harus memilih melakukan tindakan dengan cara memberi resep sementara menunggu hasil diagnosa lebih lanjut.

Maka dokter lebih cenderung mengambil tindakan ini terjadi bukan karena dokter cari untung, tapi lebih karena kecenderungan manusia ingin melakukan sesuatu daripada menunggu ketidakpastian.

Kecenderungan ini diwariskan dari nenek moyang kita. Di era berburu dan mengumpulkan makanan, reaksi cepat adalah salah satu aspek penting dalam bertahan hidup.

Ketika nenek moyang kita melihat bayangan sabertooth di hutan , makanya dengan cepat mereka berlari. Akan Tetapi di era modern, berpikir lebih baik ketimbang aksi spontan.

Walaupun begitu, hal ini sulit dilakukan karena sudah menjadi bawaan genetik manusia sendiri.

Akan tetapi tidak bertindak juga merupakan suatu kesalahan. Anda tidak akan dapat apa-apa jika menunggu terus. Ketika tidak bisa menampilkan kecepatan, ketegasan menilai dan situasi akan menjadi lebih baik walaupun itu pun hanya kebetulan belaka.

Intinya masyarakat lebih memilih aksi yang cepat dari pada strategi tunggu dan lihat dulu yang lebih masuk akal.

Untuk menghindari kesalahan tersebut, Anda setidaknya harus bisa menenangkan diri dulu sebelumnya, lalu analisi pilihan yang anda punya.

“semua masalah manusia berasal dari ketidakmampuan mereka untuk duduk sendiri dengan tenang dalam ruangan”

Blaise Pascal

Referensi: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0167487006001048